OpenAI menghentikan GPT-4o : 7 alasan yang membuat tahap ini penuh kenangan

Adrien

Februari 1, 2026

OpenAI menghentikan GPT-4o : 7 alasan yang membuat tahap ini penuh kenangan

Keputusan terbaru OpenAI untuk menghentikan model GPT-4o menandai sebuah tonggak penting dalam evolusi kecerdasan buatan. Sementara inovasi berkembang pesat dengan kemunculan GPT-5 dan berbagai variannya, pengakhiran GPT-4o menimbulkan kegelisahan di kalangan penggunanya yang setia. Versi ini, yang ikonik di masanya, mewakili antarmuka manusia dengan kelancaran dan kesederhanaan yang langka, menawarkan keseimbangan halus antara kekuatan teknologi dan interaksi alami. Penghentian ini bukan sekadar langkah teknis, melainkan sebuah pemutusan dengan konsep unik kecerdasan buatan, menciptakan perasaan nostalgia yang nyata di dalam komunitas.

Selama beberapa tahun, GPT-4o telah berhasil menjadi model bahasa yang disukai baik oleh para ahli maupun masyarakat umum. Kepribadiannya yang hangat, kemampuannya memahami nuansa, dan kecakapan multimodalnya memberinya status yang unik. Namun, meningkatnya kekuatan model yang lebih canggih seperti GPT-5.2 membuat keberadaannya menjadi kurang relevan, mendorong OpenAI untuk mengambil langkah transisi yang tak terhindarkan menuju era baru AI percakapan. Jauh dari sekadar pembaruan, perubahan ini memunculkan pertanyaan mendalam tentang apa yang kita harapkan dari asisten pintar dan apa yang siap kita korbankan demi teknologi dan evolusi.

Percakapan yang lebih alami: DNA unik GPT-4o yang akan dirindukan

Jika ada satu kualitas yang membedakan GPT-4o dalam lanskap kecerdasan buatan, itu adalah kemampuannya untuk mengadakan pertukaran dengan kelancaran yang luar biasa. Berbeda dengan banyak pendahulu atau penerusnya, model ini menawarkan dialog yang kurang menyerupai interaksi mesin-pengguna dan lebih seperti percakapan manusia sejati. Nada bicaranya menyesuaikan dengan lembut terhadap emosi dan tingkat keahlian lawan bicara, membuat setiap diskusi menjadi lebih hidup dan intuitif.

Di platform seperti Reddit, banyak pengguna menyatakan penyesalan atas penghapusan yang sudah dijadwalkan untuk GPT-4o, terutama menyoroti kemampuannya untuk memahami konteks dengan cermat. Aspek ini membuat perbedaan besar: GPT-4o tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi benar-benar “mendengarkan”, mengalirkan pertanyaan lanjutan secara alami dan tanpa jeda. Kualitas ini mengubah sesi brainstorming, tutorial, dan bahkan percakapan santai menjadi momen yang kaya dan dinamis, jauh dari interaksi yang kaku dan baku.

Contoh yang menonjol, seorang pengguna menceritakan bagaimana GPT-4o menyesuaikan kosakata dan ritmenya dalam percakapan tentang topik kompleks, sehingga menghindari jargon yang tidak perlu dan mempermudah pemahaman bahkan bagi pemula. Gaya percakapan ini, menurut banyak kesaksian, menjadi sumber kepuasan besar dan menjadi pendorong kuat untuk mendemokratisasi penggunaan AI dalam berbagai konteks.

Hilangnya dimensi interaktif alami ini menggambarkan paradoks evolusi teknologi: peningkatan performa teknis tidak selalu menjamin pengalaman pengguna yang lebih baik. Inovasi juga harus tahu bagaimana mempertahankan jiwa sebuah teknologi.

Gaya hangat dan ekspresif: tanda emosional GPT-4o

Salah satu karakteristik yang paling dihargai banyak pengguna adalah nada hangat yang ditampilkan GPT-4o saat memberikan respons. Model ini tidak hanya memberikan informasi mentah; ia mewujudkan bentuk empati halus dan ekspresi yang bernuansa yang membuat interaksi menjadi lebih kaya dan menyenangkan.

OpenAI sempat menarik GPT-4o sementara setelah peluncuran GPT-5, namun dengan cepat mengembalikannya menghadapi gelombang reaksi yang menunjukkan keterikatan kuat terhadap gaya khasnya. Pemulihan ini menegaskan betapa “karakter” model ini telah menjadi elemen penting dari identitasnya, melampaui sekadar pemrosesan data.

Bersama GPT-4o, dalam jawaban-jawabannya kita menemukan tidak hanya humor ringan, terkadang nada akrab yang terkontrol, tetapi terutama kemampuan untuk menangkap emosi manusia. Ekspresifitas ini menjadikannya mitra yang sangat dihargai dalam bidang seni kreatif, penulisan jurnal pribadi, maupun refleksi mendalam yang ingin dibagikan dengan penuh kepercayaan.

Orientasi ke “model dengan kepribadian” ini memungkinkan GPT-4o menonjol secara jelas dari versi-versi lebih baru yang sering dianggap terlalu dingin atau tidak personal. Kombinasi kecerdasan dan kepekaan menciptakan pengalaman emosional yang akan sangat dirindukan banyak orang.

Multimodalitas lanjutan: pembacaan gambar cerdas menurut GPT-4o

Selain teks, GPT-4o dikenal atas kemampuannya yang multimodal, terutama dalam analisis gambar dan dokumen visual. Fitur ini sangat diapresiasi dalam konteks pendidikan dan profesional, memungkinkan interpretasi cepat terhadap antarmuka, tangkapan layar, atau dokumen yang kompleks, sebelum memberikan jawaban yang ringkas dan relevan.

Contoh nyata adalah seorang siswa yang berbagi layar dengan GPT-4o selama sesi belajar. Asisten ini mampu mengidentifikasi elemen penting dari sebuah aplikasi, membantu memahami antarmuka, atau bahkan menyediakan dekripsi cepat dari konten visual. Respons cepat ini menghindarkan pengguna dari terjebak dalam detail yang tak perlu, sebuah keuntungan berharga dalam pengelolaan waktu dan pengurangan frustrasi.

“Pembacaan gambar cerdas” ini juga melambangkan kelancaran multimodal model: teks, gambar, dan suara hidup berdampingan dengan harmonis, menawarkan kontinuitas interaksi yang tiada banding. Pendekatan ini merupakan inovasi nyata yang sayangnya menghilang dengan ditariknya GPT-4o, digantikan model-model yang lebih kuat memang, tetapi kurang terintegrasi dalam dimensi ini.

Reaktivitas dan kelancaran interaksi suara: pengalaman manusia yang unik

Aspek lain yang membedakan GPT-4o adalah kemampuannya mengelola interaksi suara dengan reaktivitas waktu nyata. Fitur ini memainkan peranan kunci dalam penggunaan hands-free, yang sangat diminati dalam lingkungan di mana kecepatan dan kelancaran komunikasi sangat esensial.

Berbeda dengan model-model yang lebih kaku, GPT-4o merespons dengan kecepatan yang menyerupai ritme alami percakapan manusia. Kecerdasan buatan ini bahkan dapat menerima interupsi tanpa kehilangan alur pembicaraan. Pengguna menggambarkan pengalaman ini sebagai menenangkan, sebuah dukungan yang tak mencolok namun efektif di saat-saat yang kadang penuh tekanan. Kontinuitas suara ini memperkuat kehadiran AI, memberi karakternya kesan hampir seperti manusia.

Performa suara ini bukan sekadar prestasi teknis, melainkan pilihan sadar OpenAI untuk mendorong interaksi yang sangat intuitif. Pendekatan ini berhasil mendekatkan AI dengan penggunaan sehari-hari, mengubah persepsi kita akan alat yang tadinya sekadar pendamping menjadi mitra dialog.

Kontinuitas multimodal tanpa putus: kelancaran dan inovasi untuk pengguna

Kemampuan GPT-4o untuk melibatkan berbagai mode komunikasi secara lancar – teks, gambar, suara – merupakan bagian integral dari keberhasilannya. Kontinuitas multimodal ini memungkinkan, misalnya, mengirim foto, mengajukan pertanyaan tertulis, lalu melanjutkan percakapan lisan tanpa gangguan atau kehilangan informasi.

Mereka yang sering bekerja dalam konteks di mana mode ekspresi saling bersilangan (tutorial, perbaikan, kerajinan…) mengakui integrasi ini sebagai inovasi sejati, mempermudah interaksi yang alami dan lancar. Teknologi ini melampaui sekadar penumpukan fungsi untuk menciptakan ekosistem pengguna yang homogen.

Baik dalam menyelesaikan masalah teknis bertahap maupun mengikuti panduan visual, kelancaran beralih antar mode menjadi nilai tambah yang tak terbantahkan. Penghentian fitur ini pada GPT-4o menjadi simbol perpisahan yang memunculkan pertanyaan mengenai prioritas OpenAI dalam hal pengalaman pengguna. Di tengah pembicaraan tentang inovasi berkelanjutan, langkah mundur ini menimbulkan rasa ambigu.

Tugas produktif yang disederhanakan: efisiensi sehari-hari bersama GPT-4o

Selain keunggulan dalam percakapan dan multimodalitas, GPT-4o menonjol karena efisiensinya dalam mengelola tugas sehari-hari. Menulis email, merangkum teks, mengorganisir ide, atau menyusun rencana awal: model ini melakukannya dengan kesederhanaan yang mencengangkan.

Salah satu kekuatan utama adalah kemampuannya untuk langsung ke inti, tanpa berputar-putar atau menganalisis berlebihan permintaan. Kecepatan dan kesederhanaan pendekatan ini memungkinkan banyak pengguna menghemat waktu berharga, terutama dalam konteks di mana produktivitas menjadi keharusan.

Dibandingkan dengan versi yang lebih baru, yang seringkali lebih lambat dalam memproses permintaan sederhana karena kompleksitas yang meningkat, GPT-4o tampil sebagai model pragmatis yang sangat sesuai dengan kebutuhan kerja cepat dan sesi improvisasi. Efisiensi ini menjadi jawaban yang tepat untuk penggunaan profesional dan pribadi.

Karakteristik GPT-4o Model lebih baru (mis. GPT-5.2)
Kelancaran percakapan Sangat baik, nada disesuaikan dan alami Lebih formal dan kadang kaku
Reaktivitas suara Waktu nyata dengan interupsi alami Respons kadang lebih lambat
Analisis multimodal Pembacaan gambar dan teks tanpa hambatan Kurang terintegrasi, transisi lebih kasar
Produktivitas sehari-hari Cepat dan terarah Lebih kompleks dan kadang lambat

Aksesibilitas intuitif yang menjadikan GPT-4o titik awal sukses dengan AI

Akhirnya, salah satu keunggulan yang sering diremehkan dari GPT-4o terletak pada kemampuannya untuk berkomunikasi dengan sederhana kepada pengguna baru. Bahasanya yang jelas, bebas dari jargon yang tidak perlu, dan penjelasannya yang mudah dipahami memudahkan masuk ke dunia yang terkadang menakutkan.

Model ini memiliki kemampuan untuk memberikan kepercayaan diri, mendorong eksperimen dan eksplorasi. Bagi banyak orang, ini adalah pintu gerbang menuju AI percakapan, sebuah inisiasi lembut yang memungkinkan banyak pengguna beradaptasi secara bertahap dengan teknologi tanpa hambatan. Aksesibilitas pedagogis ini menjadi inovasi sosial sekaligus teknologi.

Dengan hilangnya GPT-4o, kekosongan tercipta di tingkat ini, terutama bagi mereka yang baru memulai perjalanan dengan kecerdasan buatan. Sementara model-model terbaru berupaya mendorong batas kemampuan, mereka belum menawarkan kompromi antara performa dan kesederhanaan. Keseimbangan unik yang diwakili GPT-4o sangat berkontribusi pada nostalgia kolektif yang dirasakan saat ini.

{“@context”:”https://schema.org”,”@type”:”FAQPage”,”mainEntity”:[{“@type”:”Question”,”name”:”Pourquoi OpenAI met-il fin u00e0 GPT-4o ?”,”acceptedAnswer”:{“@type”:”Answer”,”text”:”OpenAI retire GPT-4o pour se concentrer sur les modu00e8les plus performants comme GPT-5.2, qui offrent des capacitu00e9s amu00e9lioru00e9es en termes de personnalisation, cru00e9ativitu00e9 et vitesse. Cette transition est aussi motivu00e9e par l’optimisation des ressources technologiques et par une voluntu00e9 d’harmoniser l’expu00e9rience utilisateur.”}},{“@type”:”Question”,”name”:”Quels u00e9taient les points forts de GPT-4o ?”,”acceptedAnswer”:{“@type”:”Answer”,”text”:”GPT-4o se distinguait par sa conversation fluide et naturelle, son ton chaleureux, ses compu00e9tences multimodales avancu00e9es, sa ru00e9activitu00e9 en temps ru00e9el lors des interactions vocales ainsi que sa simplicitu00e9 d’utilisation qui facilitait l’accu00e8s aux nouveaux utilisateurs.”}},{“@type”:”Question”,”name”:”Les modu00e8les ru00e9cents peuvent-ils remplacer l’expu00e9rience offerte par GPT-4o ?”,”acceptedAnswer”:{“@type”:”Answer”,”text”:”Si les modu00e8les ru00e9cents brillent par leurs performances techniques, ils sont souvent peru00e7us comme plus formels et moins engagu00e9s u00e9motionnellement. La fluiditu00e9 multimodale et la simplicitu00e9 qui caractu00e9risaient GPT-4o restent difficiles u00e0 reproduire, laissant un vide pour certains utilisateurs.”}},{“@type”:”Question”,”name”:”Quelles applications professionnelles bu00e9nu00e9ficiaient particuliu00e8rement de GPT-4o ?”,”acceptedAnswer”:{“@type”:”Answer”,”text”:”De nombreuses tu00e2ches telles que la ru00e9daction rapide de courriels, la synthu00e8se du2019informations complexes, lu2019analyse du2019images et le du00e9pannage visuel faisaient particuliu00e8rement appel aux forces de GPT-4o, qui offrait une efficacitu00e9 pragmatique adaptu00e9e aux besoins quotidiens.”}},{“@type”:”Question”,”name”:”GPT-4o u00e9tait-il accessible aux du00e9butants dans l’IA ?”,”acceptedAnswer”:{“@type”:”Answer”,”text”:”Oui, c’u00e9tait l’un de ses grands atouts. Sa capacitu00e9 u00e0 communiquer sans jargon, avec des explications claires et un ton rassurant, en faisait un excellent compagnon pour ceux du00e9couvrant lu2019intelligence artificielle pour la premiu00e8re fois.”}}]}

Mengapa OpenAI menghentikan GPT-4o?

OpenAI menghentikan GPT-4o untuk fokus pada model yang lebih canggih seperti GPT-5.2, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dalam hal personalisasi, kreativitas, dan kecepatan. Transisi ini juga dimotivasi oleh optimalisasi sumber daya teknologi dan keinginan untuk menyelaraskan pengalaman pengguna.

Apa keunggulan GPT-4o?

GPT-4o menonjol karena percakapannya yang lancar dan alami, nada hangatnya, kemampuan multimodal yang canggih, reaktivitas waktu nyata dalam interaksi suara, serta kesederhanaan penggunaannya yang memudahkan akses bagi pengguna baru.

Apakah model-model terkini dapat menggantikan pengalaman yang diberikan oleh GPT-4o?

Meski model-model terbaru unggul dalam performa teknis, mereka sering dianggap lebih formal dan kurang terlibat secara emosional. Kelancaran multimodal dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas GPT-4o masih sulit ditiru, sehingga meninggalkan kekosongan bagi sebagian pengguna.

Aplikasi profesional apa saja yang secara khusus mendapatkan manfaat dari GPT-4o?

Banyak tugas seperti penulisan cepat email, sintesis informasi kompleks, analisis gambar, dan pemecahan masalah visual secara khusus mengandalkan kekuatan GPT-4o, yang menawarkan efisiensi pragmatis yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Apakah GPT-4o dapat diakses oleh pemula di bidang AI?

Ya, ini adalah salah satu keunggulannya. Kemampuannya berkomunikasi tanpa jargon, dengan penjelasan yang jelas dan nada yang menenangkan, menjadikannya teman yang sangat baik bagi mereka yang pertama kali mengenal kecerdasan buatan.

Nos partenaires (2)

  • digrazia.fr

    Digrazia est un magazine en ligne dédié à l’art de vivre. Voyages inspirants, gastronomie authentique, décoration élégante, maison chaleureuse et jardin naturel : chaque article célèbre le beau, le bon et le durable pour enrichir le quotidien.

  • maxilots-brest.fr

    maxilots-brest est un magazine d’actualité en ligne qui couvre l’information essentielle, les faits marquants, les tendances et les sujets qui comptent. Notre objectif est de proposer une information claire, accessible et réactive, avec un regard indépendant sur l’actualité.